1) Membentuk ketahanan rohaniah
Ibadah puasa melatih jiwa (rohaniah) manusia agar dapat menguasai dan mengendalikan hawa nafsu. Hal itu berarti puasa membentuk ketahanan rohaniah pada diri manusia. Ketahanan rohaniah itu sangat penting, baik bagi kehidupan individu maupun kehidupan masyarakat atau bangsa. Apabila ketahanan rohaniah sudah dimiliki, maka seseorang atau suatu bangsa akan mampu menghadapi tantangan demi tantangan.
2) Menumbuhkan kesabaran
Ibadah puasa mendidik manusia untuk berlaku sabar, yaitu sabar dalam menguasai hawa nafsu, dan godaan lain, termasuk godaan makanan dan hubungan suami-istri di siang hari. Kesabaran itu akan memperkuat daya tahan rohaniah.
3) Memperkuat kemauan untuk mencapai tujuan
Puasa yang benar-benar dilakukan atas dasar keimanan, berarti puasa itu digerakkan oleh kesadaran dan kemauan untuk mencapai ridha Allah.
Apabila sikap itu terus dipelihara dan dipupuk, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang Islam, maka kaum muslimin akan memiliki etos kerja dan semangat tinggi dalam mencapai tujuan atau cita-cita yang diridhoi Allah
SWT.
4) Meningkatkan kesadaran akan nikmat Illahi
Kesadaran akan suatu nikmat terjadi apabila nikmat itu hilang, kemudian diperoleh kembali. Orang yang ber-puasa, untuk sementara waktu kehilangan nikmat makan dan minum serta nikmat lain di siang hari. Ketika waktu buka puasa tiba, orang yang berbuka puasa makin menyadari nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya.
5) Menyehatkan jasmaniah
Baik ajaran Rasulullah SAW maupun hasil diagnosa sejumlah dokter, menyatakan bahwa sumber penyakit terlatak pada perut. Apabila perut terus dijejali makanan secara tidak teratur, bahkan berlebihan, lambat laun akan timbul penyakit. Dengan puasa Ramadhan sebulan penuh, makan-minum betul-betul teratur, dan di siang hari organ pencernaan memiliki waktu istirahat. Secara medis, hal itu sangat baik bagi kesehatan. Dengan demikian, puasa selain penting artinya bagi ketahanan rohani, juga bermanfaat bagi ketahanan jasmani.
6) Menumbuhkan sikap penyantun
Orang yang berpuasa merasakan secara langsung beratnya menahan lapar dan dahaga, walaupun hanya siang hari. Lapar dan dahaga adalah bagian dari kehidupan sehari-hari orang-orang miskin atau melarat. Menyadari akan hal tersebut, maka ibadah puasa
mendidik muslimin dan muslimah untuk menyantuni fakir-miskin, sambil berharap
keridhoan dan pahala dari Allah SWT. Sehubungan dengan hal tersebut, Rasulullah
pernah berucap – yang tejemahannya lebih-kurang berbunyi :
“Ya Allah! Aku lebih senang satu hari kenyang dan satu hari lapar. Manakala aku lapar, aku merendah-kan diri dan ingat kepada-Mu. Apabila aku kenyang, aku bersyukur kepada-Mu dan memuja-Mu” (HR Tirmizi).
7) Meningkatkan latihan berserah diri dan taat
kepada Allah serta memupuk sikap disiplin Kesadaran akan kewajiban puasa dan pemahaman akan berkah-berkah puasa, akan mendorong orang berpuasa berupaya untuk berserah diri kepada Illahi Robbi dan taat kepada segala perintah-Nya.
Sementara itu, sunah-sunah atau ketentuan-ketentuan dalam cakupan ibadah puasa, yaitu pelaksanaan buka puasa, pelaksanaan makan sahur, pelaksanaan sholat tarawih, dll., harus dilakukan pada waktunya. Islam mengajarkan, dalam melaksanakan ibadah, baik ibadah wajib maupun ibadah sunah, harus dilakukan secara tertib dan disiplin.


0 komentar:
Posting Komentar