Kamis, 04 Agustus 2011

TUJUH KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN




1)      Membentuk ketahanan rohaniah
Ibadah puasa melatih jiwa (rohaniah) manusia agar dapat menguasai dan mengendalikan hawa nafsu. Hal  itu  berarti  puasa  membentuk  ketahanan rohaniah  pada  diri  manusia.  Ketahanan  rohaniah itu  sangat  penting,  baik  bagi  kehidupan  individu maupun kehidupan masyarakat atau bangsa. Apabila  ketahanan  rohaniah  sudah  dimiliki, maka seseorang  atau  suatu  bangsa  akan  mampu menghadapi tantangan demi tantangan.


2)      Menumbuhkan kesabaran
Ibadah  puasa  mendidik  manusia  untuk  berlaku sabar,  yaitu  sabar  dalam menguasai  hawa  nafsu, dan  godaan  lain,  termasuk  godaan makanan  dan hubungan  suami-istri  di  siang  hari.  Kesabaran  itu akan memperkuat daya tahan rohaniah.

3)      Memperkuat kemauan untuk mencapai tujuan
Puasa  yang  benar-benar  dilakukan  atas  dasar keimanan,  berarti  puasa  itu  digerakkan  oleh kesadaran  dan  kemauan  untuk  mencapai  ridha Allah.
Apabila  sikap  itu  terus  dipelihara  dan  dipupuk, sehingga  menjadi  bagian  tak  terpisahkan  dari kehidupan orang Islam, maka kaum muslimin akan memiliki  etos  kerja  dan  semangat  tinggi  dalam mencapai  tujuan  atau  cita-cita  yang  diridhoi  Allah
SWT.






4)      Meningkatkan kesadaran akan nikmat Illahi
Kesadaran  akan  suatu  nikmat  terjadi  apabila nikmat  itu  hilang,  kemudian  diperoleh  kembali. Orang  yang  ber-puasa,  untuk  sementara  waktu kehilangan nikmat makan dan minum serta nikmat lain  di  siang  hari.  Ketika  waktu  buka  puasa  tiba, orang  yang  berbuka  puasa  makin  menyadari nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya.

5)      Menyehatkan jasmaniah
Baik  ajaran  Rasulullah  SAW  maupun  hasil diagnosa  sejumlah  dokter,  menyatakan  bahwa sumber penyakit terlatak pada perut. Apabila perut terus dijejali makanan secara  tidak  teratur, bahkan berlebihan, lambat laun akan timbul penyakit. Dengan puasa Ramadhan sebulan penuh, makan-minum betul-betul  teratur, dan di  siang hari organ pencernaan  memiliki  waktu  istirahat.  Secara medis, hal itu sangat baik bagi kesehatan. Dengan demikian,  puasa  selain  penting  artinya  bagi ketahanan rohani, juga bermanfaat bagi ketahanan jasmani.

6)      Menumbuhkan sikap penyantun
Orang yang berpuasa merasakan secara langsung beratnya  menahan  lapar  dan  dahaga,  walaupun hanya siang hari. Lapar dan dahaga adalah bagian dari kehidupan sehari-hari orang-orang miskin atau melarat. Menyadari  akan  hal  tersebut, maka  ibadah  puasa
mendidik  muslimin  dan  muslimah  untuk  menyantuni  fakir-miskin,  sambil  berharap
keridhoan dan pahala dari Allah SWT. Sehubungan  dengan  hal  tersebut,  Rasulullah
pernah berucap – yang tejemahannya lebih-kurang berbunyi :
“Ya Allah! Aku  lebih senang satu hari kenyang dan  satu  hari  lapar.  Manakala  aku  lapar,  aku merendah-kan  diri  dan  ingat  kepada-Mu. Apabila  aku  kenyang,  aku  bersyukur  kepada-Mu dan memuja-Mu” (HR Tirmizi).

7)      Meningkatkan  latihan  berserah  diri  dan  taat
kepada Allah serta memupuk sikap disiplin Kesadaran  akan  kewajiban  puasa  dan  pemahaman akan  berkah-berkah  puasa,  akan mendorong  orang berpuasa berupaya untuk berserah diri kepada  Illahi Robbi dan taat kepada segala perintah-Nya.
Sementara  itu,  sunah-sunah  atau  ketentuan-ketentuan  dalam  cakupan  ibadah  puasa,  yaitu pelaksanaan  buka  puasa,  pelaksanaan  makan sahur,  pelaksanaan  sholat  tarawih,  dll.,  harus dilakukan pada waktunya. Islam mengajarkan, dalam melaksanakan  ibadah,  baik  ibadah  wajib  maupun ibadah  sunah,  harus  dilakukan  secara  tertib  dan disiplin.

0 komentar: